PANCACITA NU UNTUK RI, JARINGAN NAHDLIYIN MUDA SIAP KAWAL KONFERCAB NU KABUPATEN MALANG KE-18

Simbolis: Presidium JNM, Ahmad Atho Lukman memberikan petisi Pancacita NU untuk RI kepada Ketua Pelaksana Konfercab NU Kabupaten Malang ke-18, KH. Saiful Effendi
Malang (www.inspirasipendidikan.co.id) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang akan menghelat Konferensi Cabang ke-18 pada tanggal 28-30 Oktober 2016 di Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Konferensi adalah forum tertinggi dalam sebuah organisasi, membahas segala urusan yang menyangkut pertanggung jawaban kepengurusan serta rekomendasi-rekomendasi demi kemajuan organisasi yang bersangkutan di masa depan. Bersama dengan itu, berangkat dari kepedulian dan kegelisahan terhadap realitas NU Kabupaten Malang, sekelompok pemuda yang tergabung dalam JNM (Jaringan Nahdliyin Muda) berdiskusi panjang dan menghasilkan beberapa pokok pikiran.

Pokok-pokok pikiran ini kemudian dibentuk dalam sebuah petisi dinamakan “Pancacita NU Untuk RI” yang disampaikan pada kegiatan Halaqoh Jaringan Nahdliyin Muda dengan tema “Menelaah NU Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan” di IAI Al-Qolam, Rabu siang (26/10/2016). Muhammad Mahruz, wakil dari JNM dengan tegas menjelaskan petisi tersebut di depan Ketua Pelaksana Konferensi Cabang NU Kabupaten Malang ke-18, KH. Saiful Effendi, Presidium JNM, Ahmad Atho Lukman dan Abdullah SAM dan ratusan peserta seperti, perwakilan seluruh pemuda se-Kabupaten Malang dan perwakilan Banom-Banom NU.

Petisi yang berisi harapan-harapan dari Jaringan Nahdliyin Muda seperti dirangkum oleh redaksi adalah (1) Konfercab NU Kabupaten Malang dilaksanakan dengan menjaga muru’ah dan menjauhi praktik politik uang; (2) Aswaja sebagai cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam merespon tantangan intelektual, politik serta lebih menekankan pada visi sosial dalam menjawab problem keumatan; (3) Fokus untuk menjadi kekuatan masyarakat sipil terkait tantangan kerakyatan seperti kemiskinan, konflik agraria, narkoba, dan faham-faham takfiri di masyarakat.

Lebih jauh lagi, JNM juga berharap NU kedepannya khususnya NU Kabupaten Malang untuk (4) berpihak pada masyarakat yang lemah dan dilemahkan seperti petani, nelayan dan buruh serta NU tidak boleh tunduk pada masyarakat politik dan kekuatan modal melainkan menjadi mitra kritis dan konstruktif; (5) Perlu adanya revitalisasi menyeluruh terhadap kaderisasi, tata kerja dan tata kelola NU, Lajnah dan Banom-Banomnya agar daya transformasinya lebih maksimal.

Setelah membacakan kelima petisi diatas, Mahruz beserta Presidium JNM memberikan secara simbolis kepada KH. Saiful Effendi selaku Ketua Pelaksana Konfercab NU Kabupaten Malang ke-18. Hal ini juga disambut baik oleh Saiful dan akan diberikan waktu untuk disampaikan dalam forum Konfercab.

“Pemikiran-pemikiran dari pemuda-pemuda ini tentu akan memberikan sumbangsih pemikiran demi kemajuan NU kedepannya khususnya di Kabupaten Malang. Oleh karena itu, kami akan mengusahakan ada waktu yang diberikan untuk JNM untuk menyampaikannya di forum Konfercab”, cetus Saiful.


Hal senada juga disampaikan Mahruz. “Saya berharap petisi ini tidak hanya disampaikan dalam waktu yang singkat tetapi juga dibagikan kepada seluruh peserta Konfercab”, harapnya. (nug)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PANCACITA NU UNTUK RI, JARINGAN NAHDLIYIN MUDA SIAP KAWAL KONFERCAB NU KABUPATEN MALANG KE-18"

Posting Komentar