Berdasarkan perkembangan sejarah tari
remo, dulunya tari remo merupakan seni tari yang digunakan sebagai pembuka
dalam pertunjukan ludruk. namun seiring berjalannya waktu, fungsi dari tari remo pun mulai beralih dari pembuka pertunjukan ludruk, menjadi tarian penyambutan
tamu, khususnya tamu - tamu kenegaraan. Selainitu tari remo juga sering
ditampilkan dalam festifal kesenian daerah sebagai
upaya untuk melestarikan budaya Jawa Timur.
Namun pada zaman yang sudah modern saat ini, keseniaan tari mulai
kurang diminati oleh masyarakat,mereka lebih suka dengan budaya moderenisasi
sehingga anak-anak di usia sekolahpun banyak yang belum mengetahui tentang
budaya kesenian daerahnya yang kaya dan tidak dimiliki oleh bangsa lain.
Sebuah sekolah yang terpecil sekali letaknya di wilayah desa Ngajum
mengagas adanya keseniaan tari remo. Yakni SDN Ngajum 03 yang dipimpin oleh
Dra.Th. Rini pujiastuti, M.Pd. telah melakukan terobosan kegiatan senam pagi
khususnya di hari sabtu, dengan melakukan kegiatan tariremo yang diikuti oleh
semua siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.
Kegiatan menari bersama ini
dipimpin langsung oleh Sri Hartni, S.Pd selaku Pembina dan juga walikelas 2 di
sekolah tersebut. Sri hartini telah malang melintang didunia kesenian berbagai
macam prestasipun telah diraih mulai dari tingakat kecamatan sampai propinsi.
beliau merupakan sosok yang peduli terhadap kesenian daerah, khususnya
diwilayah dusun sembon timur yang notabennya di lingkungan tersebut dahulu
penduduknya merupakan para seniawan seniawati yang terkenal.
“Kini tari remo tidak hanya dibawakan oleh penari pria, namun
juga oleh penari wanita. Sehingga kini muncul jenis tari remo putri. Dalam pertunjukan tari remo putri,
umumnya para penari akan memakai kostum tari yang berbeda dengan kostum tari remo asli yang
dibawakan oleh penari pria.Pada
tema ini ada beberapa materi yang dipelajari oleh Siswa-siswi SDN Ngajum 03,
mulai pembentukan karakter, interaksi sosial, kepemimpinan, dan masih banyak
lagi.Kami buat kegiatan seperti ini supaya mengena, agar siswa lebih mengenal
budaya kesenian tari remo yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Jadi
kesenian tari remo tidak hilang digerus oleh zaman," jelasnya.


0 Response to "SDN Ngajum 03, Lestarikan Budaya Tari Remo Pada Siswa Di Sekolah"
Posting Komentar