Kirap grebeg Suro adalah acara
tradisi kultural masyarakat Sembon Ndurenen – kecamatan Ngajum kabupaten Malang
dalam wujud pesta rakyat. Seni dan tradisi yang ditampilkan meliputi, Pawai
Lintas Sejarah, Pendidakan, festifal budaya, Kirab Pusaka, tumpeng, sebagai
wujud rasa syukur terhadap Tuhan yang Maha Esa. Hal ini pun di fasilitasi oleh
Derektorat kebudayaan tradisional ditingkat pusat RI. Yang di panitiai oleh
keturunan Eyang jimat panembahan suerdjo Alam Gigih risaksana, S.Pd.
Menurut beliau” Kenapa di dusun
sembon ndurenan ada acara kirap grebek suro? Karena para keturunan ( putro
wayah) Eyang jimat panembahan suerdjo Alam ingin meneruskan kegiatan yang
sudah dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya oleh Eyang jimat panembahan
suerdjo Alam, hal ini sudah dilakukan sejak 1840 M”.
Siapa Eyang jimat panembahan
suerdjo Alam? adalah putra dari pangeran puger ( paku buono I) dari keraton
solo. beliau di dusun sembon ndurenan ini telah mengajarkan ajaran (tuntunan)
Islam berupa puji-pujian( roso sampurno) yang dilambangkan pada kegiatan
menyebarkan beras kuning yang bertujuan meminta jalan yang lapang untuk tidak
menggangu terhadap sesama makhluk.
Adapun kirap grebek suro
bertujuan sebagai bentuk rasa syukur karena telah melalui perjalanan hidup,
yang telah di berikan kenikmatan taufik serta hidayah terhadap Allah SWT. Dan
berharap ditahun yang akan dilalui selalu di beri kelancaran rizki dan
dimudahkan dari godaan jin, setan, manusia serta makhluk lainya.
Ciri khas dalam kegiatan pada
tahun ini 1950 jawa / 1438 H adanya condro sengkolo “ ungguling pandowo
margo misesa”( manusia bisa berkwalitas kalau mau beraktifitas).“Dan dalam
kegiatan ini kami para putrowayah merasa bangga terhadap warga dusun
sembon yang berperan serta dalam meramaikan kegiatan ini, sehingga harapan kami
untuk tahun-tahun yang akan datang lebih ada penigkatan baik secara kwalitas
maupun kwantitasnya”. ungkapnya



0 Response to "Kirab Grebeg Suro di Dusun Ndurenan Kecamatan Ngajum"
Posting Komentar