Ngaji Ala Jagong Maton III
Kyai Rakyat: Abdullah Sam
Sekitar pukul 21.00 yang sebelumnya arah pembicaraan dalam forum itu tanpa arah, tiba-tiba Mbah Siamin berbicara “sekarang ini jaman sudah terbalik, kalau dulu! ‘gudel nyusu kebo (anak nurut sama orang tua)’ kalau jaman sekarang ‘kebo nyusu gudel (orang tua nurut anak)’ kemudian sambil meneruskan minum kopi dan makan singkong rebus Mbah Min meneruskan pembicaraanya, “coba kalau jaman muda saya dan Pak Sardi kalau mau nikah, mau kerja, mau ngangsu kaweruh atau berguru, ‘kebanyakan apa kata orang tua’ la kalau sekarang orang tua malah nurut sama anak, karena kalau tidak mengikuti kemauan anak akan terjadi perlawanan dari seorang anak yang mengganggap orang tuanya ‘kuno’!
Kemudian tuan rumah Cak Tarmon bertanya, “la apa perubahan jaman ini tidak boleh to Mbah Min?” Mbah Siamin menjawab dengan cepat, “ya perubahan itu pasti, kalau tidak ada perubahan namanya bukan dunia ‘namun’ perubahan diharapkan tambah maju, tidak mundur”! ….. “kan sekarang kenyataanya kan tambah maju Mbah Min?” sahut Cak Tarmon yang berjiwa muda ..”buktinya saja semua serba cepat, modern dan berteknologi super canggih,,, iya kan Mbah” lanjut Cak Tarmon sambil agak mbleyer sedikit…… “tanpa di duga Pak Sardi yang sejak sore hanya diam saja, beliau ini terkenal bijak di kampung ini, kemudian angkat bicara… ”ya kalau menurut saya kalao kemajuan di bidang teknologi, seni, pertanian, perikanan, perkebunan oke-oke sajalah,, dan malah wajib seiring kebutuhan yang semakin butuh serba cepat” dengan nada santai…. “la yang jadi masalah adalah ketika budi pekerti berubah jadi jahat pekerti… budaya sopan santun menjadi sopo-sopo mapan… kegiatan gotong royong berubah mentung uwong … lak yooo berat di atur ngunu! berarti lak malah mundur sisi kemanusiaanya!”.. tutup Pak sardi.
Cak Gogek, nama lengkapnya Gogek Musthofa kakak seorang ustadz di lingkungan situ memberi penguatan terhadap apa yang di sampaikan P. Sardi dengan sedikit informasi terkait norma agama, “menurutku setuju aku, kalau semua bidang harus maju, modern dan serba teknologi tinggi, mestinya sisi-sisi kemanusiaanya juga harus maju…biar ada bedanya dengan hewan… kalau semakin tidak berskhlaq, tidak ada sopan santun apa bedanya dengan jaman purba atau mungkin jaman batu atau mungkin jaman Jahiliyah”… dengan nada bicara yang agak tegas dan lugas, memang dasar orangnya besar, kekar dan wawasan agamanya nya juga lumayan luas..”””saya teringat dengan kata-kata adik saya yang pernah modok di Yai Masduqi Mahfudh Mergosono Kota Malang,,…dia berkata,,.. bahwa Nabi Muhammad SAW Rosul Allah di utus di dunia ini untuk menyempurnakan akhlaq, budi pekerti, toto keromo, unggah-ungguh,,, ”… lanjut Cak Gogek, kemudian masih di perjelas lagi sama Cak Gogek,, “jadi inti ajaran Agama Islam itu selain sembahyang yang paling menonjol adalah Akhlaq, karena syariat puasa sudah ada sejak Nabi-Nabi dahulu, ibadah qurban sejak Nabi Ismail dan Ibrahim AS, Ka’bah ya sudah di bangun jaman Nabi Ibrahim juga, Tauhid juga sudah, shodaqoh, Syahadat juga sejak jaman Nabi Adam dan ibu Hawa sudah ada.. Akhlaqlhah yang menjadi salah satu fokus Agama Islam… ” … jadi sampai kapanpun anak harus tetap hormat, nurut sama orang tua, toh itu aturan Allah, aturan Rosul… dengan catatan orang tua juga harus mampu memberi contoh yang baik, orang tua harus punya power,,mampu mengarahkan ke arah yang sesuai aturan agama… jika tidak ya titipkan Ahlinya!.” Cak Gogek sangat serius…
Mbah Siamin terlihat ngantuk menguap karena tidak terasa sudah pukul 00.30… Pak Sardi sambil berdiri dan semuanya juga mengikuti untuk pamit pulang,, sambil sama-sama tertawa lepas… “ayo-ayo,, wes bengi,,mene maneh!... mugo-mugo manfaat wes,,,amin”…. Karena saya paling muda,..saya diam saja,,, hanya nambahi satu kata saja…”Al Fatihah”.


0 Response to "Kebo Nyusu Gudel Opo Gudel Nyusu Kebo ?"
Posting Komentar